Rabu, 05 November 2014

MODUL VII ANALISIS SAHAM



TEKNIK ANALISIS SAHAM DENGAN PENDEKATAN
TRADISIONAL  DAN PENDEKATAN PORTOFOLIO MODERN


Menganalisa kewajaran harga saham adalah mempertimbangkan dan melakukan penilaian secara mendalam mengenai saham yang memiliki keuntungan optimal dengan risiko yang minimal. Harga saham merupakan cerminan tingkat keberhasilan pengelolaan perusahaan.
Perubahan harga saham akan menimbulkan keuntungan maupun kerugian. Investor harus mampu menganalisis faktor-faktor yang dapat mempengaruhi harga saham dan harus mengetahui apakah menunjukkan nilai yang wajar atau tidak sehingga mampu mengambil keputusan yang tepat serta memperoleh keuntungan.
Secara umum, dijelaskan oleh Sunariyah (2006:168) bahwa tujuan analisis investasi merupakan hal yang mendasar untuk diketahui para pemodal, mengingat tanpa analisis yang baik dan rasional para pemodal akan mengalami kerugian. Investor perlu menganalisis saham terlebih dahulu sebelum melakukan keputusan investasi agar dapat menghitung tingkat risiko dan tingkat pengembalian atas saham yang dinilai sehingga mempermudah proses pembuatan keputusan investasi.
Dalam proses penilaian saham perlu dibedakan antara nilai (value) dan harga (price). Nilai di sini adalah nilai intrinsik (intrinsic value), sedangkan harga diartikan sebagai harga pasar (market value). Nilai intrinsik merupakan nilai nyata (true value) suatu saham yang ditentukan oleh beberapa faktor fundamental perusahaan. Pengertian nilai intrinsik adalah nilai yang tercermin pada fakta (justified by the fact) seperti aktiva, pendapatan, dividen, dan prospek perusahaan (Sunariyah 2004).
Pada saat menentukan nilai saham, pemodal harus melakukan analisis terlebih dahulu terhadap saham-saham yang ada di pasar modal (bursa efek) guna menentukan saham-saham yang dapat memberikan return optimal. Tujuan analisis saham adalah untuk menilai apakah penetapan harga saham suatu perusahaan ditawarkan secara wajar atau tidak.
Kewajaran harga saham dapat dinilai dengan cara membandingkan nilai intrinsik atau nilai sebenarnya dengan harga saham yang ada di pasar sehingga dapat diketahui harga saham tersebut dalam keadaan terlalu mahal (overvalued), harga saham terlalu murah (undervalued), atau harga saham wajar atau normal (correctly valued). Menurut Sunariyah (2004), ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan untuk menilai harga suatu saham, tetapi dua pendekatan yang dikenal, yaitu pendekatan tradisional dan pendekatan portofolio modern

Pendekatan yang paling banyak digunakan untuk menilai harga suatu saham adalah pendekatan tradisional. Untuk menganalisis saham dengan pendekatan tradisional ini digunakan dua analisis, yaitu: analisis teknikal dan analisis fundamental.

1.      Analisis teknikal (technical analysis)
Analisis teknikal merupakan suatu teknik analisis yang menggunakan data catatan mengenai pasar itu sendiri untuk berusaha mengakses penawaran suatu saham tertentu maupun pasar secara keseluruhan. Pendekatan analisis ini menggunakan data pasar yang dipublikasikan, seperti harga saham, volume perdagangan indeks harga saham gabungan dan individu, serta faktor–faktor lain yang bersifat teknis. Oleh sebab itu pendekatan ini disebut juga pendekatan analisis pasar (market analisys) atau analisis internal (internal analisys). Asumsi yang mendasari analisis teknikal adalah:
Terdapat ketergantungan sistimatik (sistematic dependencies) dalam keuntungan (return) yang dapat dieksploitasi ke return abnormal.
Pada pasar tidak efisien, tidak semua informasi harga dimasa lalu diamati ketika memprediksi distribusi return (keuntungan) sekuritas.
Nilai suatu saham merupakan fungsi permintaan dan penawaran.
Beberapa kesimpulan menyangkut pendekatan analisis teknikal adalah sebagai berikut:
 Analisis teknikal didasarkan pada data pasar yang dipublikasikan.
 Fokus analisis teknikal adalah ketepatan waktu, penekanannya hanya pada perubahan harga.
Teknik analisa berfokus pada faktor–faktor internal melalui analisis pergerakan didalam pasar dan atau saham.
Para analisis teknikal cenderung lebih berkonsentrasi pada jangka pendek, karena teknik–teknik analisa teknikal dirancang untuk mendeteksi pergerakan harga dalam jangka waktu yang relatif pendek.

              Sasaran yang ingin dicapai pada pendekatan ini adalah ketepatan waktu dalam memprediksi pergerakan harga (price movement) jangka pendek suatu saham. Para analisis teknikal lebih menekankan perhatian dan perubahan harga daripada tingkat harga, sehingga analisis lebih ditekankan untuk meramal trend perubahan harga tersebut. Ada beberapa teknik analisis yang dapat digunakan dalam pendekatan teknikal ini, salah satunya adalah trend analisis yang mengasumsikan bahwa perilaku harga dimasa lalu bisa direfleksikan dalam harga di masa yang akan datang.

2.    Analisis Fundamental (fundamental analysis)
Pendekatan ini didasarkan pada suatu anggapan bahwa setiap saham memiliki nilai intrinsik. Nilai intrinsik inilah yang diestimasi oleh para investor atau analis. Nilai intrinsik merupakan suatu fungsi dari variabel – variabel perusahaan yang dikombinasikan untuk menghasilkan suatu return (keuntungan) yang diharapkan dan suatu risiko yang melekat pada saham tersebut. Hasil estimasi nilai intrinsik kemudian dibandingkan dengan harga pasar yang. sekarang (current market price). Harga pasar suatu saham merupakan refleksi dari rata – rata nilai intrinsiknya. Ada dua pendekatan yang umumnya digunakan dalam melakukan penilaian saham, yaitu pendekatan laba (price earning ratio) dan pendekatan nilai sekarang (present value approach).
Menurut Baridwan dan Legowo (2002) salah satu alat dalam analisis fundamental adalah analisa laporan keuangan.
Nilai intrinsik inilah yang diestimasi oleh para pemodal atau analis (Sunariyah, 2006:88). Hasil estimasi nilai intrinsik kemudian dibandingkan dengan harga pasar sekarang (current market price). Pendekatan nilai sekarang dan pendekatan laba atau Price Earning Ratio (PER). Pendekatan PER merupakan pendekatan yang paling popular dan banyak digunakan oleh analis saham dibanding dengan pendekatan nilai sekarang karena lebih mudah menggunakannya. Dalam pendekatan ini, nilai intrinsik merupakan hasil perkalian antara estimasi PER dengan estimasi Earning Per Share (EPS). Apabila PER suatu perusahaan mempunyai kecenderungan berkembang dengan stabil dan tinggi, maka hal tersebut juga menggambarkan harga saham perusahaan tersebut mempunyai tingkat pertumbuhan yang tinggi pula.
Keputusan Investasi
Pengambilan keputusan investasi baru dapat dilakukan oleh investor setelah melakukan penilaian terhadap harga saham. Menurut Husnan (2003:288) analisis saham bertujuan untuk menaksir nilai intrinsik suatu saham, dan kemudian dibandingkan dengan harga pasar saat ini saham tersebut. Nilai intrinsik (NI) menunjukkan present value arus kas yang diharapkan dari saham tersebut. Dalam

penilaian nilai intrinsik saham digunakan pedoman berikut :
1) Apabila NI > harga pasar saat ini, maka saham tersebut dinilai undervalued (harganya terlalu rendah), dan karenanya seharusnya dibeli atau ditahan apabila saham tersebut telah dimiliki.
2) Apabila NI < harga pasar saat ini, maka saham tersebut dinilai overvalued (harganya terlalu mahal), dan karenanya harus dijual.
3) Apabila NI= harga pasar saat ini, maka saham tersebut dinilai wajar harganya dan berada dalam kondisi keseimbangan. Keputusan investasi yang dapat diambil adalah mempertahankan saham tersebut tidak menjual atau tidak membeli saham tersebut sampai kondisi yang menguntungkan bagi investor.
Investor yang menginvestasikan dananya dengan tujuan jangka panjang yaitu lebih mengutamakan memperoleh dividen, lebih tepat menggunakan analisis fundamental dengan pendekatan PER dalam pengambilan keputusan. Bagi investor yang menginvestasikan dananya dengan tujuan jangka pendek yaitu untuk memperoleh capital gain, lebih tepat menggunakan analisis teknikal untuk dapat memprediksi pergerakan harga saham.

3.     Pendekatan Portofolio Modern
Portofolio diartikan sebagai serangkaian kombinasi beberapa aktiva yang diinvestasikan dan dipegang oleh investor, baik perorangan maupun lembaga. Tujuan dari pembentukan suatu portofolio saham adalah bagaimana dengan risiko yang minimal mendapatkan keuntungan tertentu, atau dengan risiko tertentu untuk memperoleh keuntungan investasi yang maksimal. Pendekatan portofolio menekankan pada aspek psikologi bursa dengan asumsi hipotesis mengenai bursa, yaitu hipotesis pasar efisien. Pasar efisien diartikan bahwa harga-harga saham akan merefleksikan secara menyeluruh semua informasi yang ada di bursa.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar